Site icon JATIMPERS.COM

Kader HMI Harus Menjadi Intelektual Yang Adaptif dan Kritis

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare

MALANG, JATIMPERS.COM – Mahasiswa, terutama kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), harus mampu menjadi intelektual yang adaptif, kritis, sekaligus solutif. Karena saat ini  hidup di era disrupsi. Khazanah intelektual bukan hanya tentang penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang kemampuan membaca zaman, memahami persoalan masyarakat, serta menghadirkan solusi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

 

Himpunan Mahasiswa Islam 1
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib bersama Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Komisariat Jabal Thareeq Periode 2026-2027 usai pelantikan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (03/05/2026) siang. (foto: prokopim pemkab malang)

 

PESAN ini disampaikan Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, saat  menghadiri pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Komisariat Jabal Thareeq Periode 2026-2027  di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur,  Minggu (03/05/2026) siang.

Himpunan Mahasiswa Islam 2
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, memberi sambuatn saat pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Komisariat Jabal Thareeq Periode 2026-2027 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (03/05/2026) siang. (foto: prokopim pemkab malang)

“Saat ini kita hidup di era disrupsi, era di mana perubahan terjadi begitu cepat, ditandai dengan kemajuan teknologi, digitalisasi, dan globalisasi yang tidak bisa kita hindari. Mahasiswa,  terutama kader-kader HMI,  harus mampu menjadi intelektual yang adaptif, kritis, sekaligus solutif,” kata Wakil Bupati Malang.

Mantan anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini menambahkan, khazanah intelektual bukan hanya tentang penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang kemampuan membaca zaman, memahami persoalan masyarakat, serta menghadirkan solusi yang berkeadilan dan berkelanjutan.  “Di sinilah pentingnya kader HMI agar terus mengasah diri, memperkuat literasi, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan keIndonesiaan,” tandasnya.

Menurut Lathifah Shohib, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku perubahan. Kemandirian berpikir, kemandirian ekonomi, serta kemandirian dalam berkarya adalah pondasi untuk membangun bangsa yang kuat. “Karena itu saya  berharap kepada pengurus yang baru dilantik  agar menjadikan organisasi ini (HMI) sebagai ruang belajar dan pengabdian, menguatkan solidaritas dan integritas kader, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Malang,” harapnya.

Dia juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Malang senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen mahasiswa, termasuk HMI, dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. “Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Malang yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadaban, dengan peran aktif generasi muda sebagai agen perubahan,” ajaknya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Malang mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang hari ini dilantik.  “Amanah yang saudara emban bukanlah amanah yang ringan, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk menggerakkan roda organisasi, menjaga marwah perjuangan, serta memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan daerah,” ucap Wakil Bupati Malang.  (ind/mat)

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare
Exit mobile version