
MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang tak kunjung reda, tak membuat Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, surut untuk meraih prestasi. Buktinya, saat upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun, Senin (17/08/2020), Bupati Malang, HM Sanusi akan menerima penghargaan di sektor pertanian dan perkebunan, karena sukses mengembangkan kawasan hortikultura buah-buahan, khususnya alpukat varietas pameling di Kecamatan Singosari dan Lawang.
‘SENIN, tanggal 17 Agustus, tepat di Peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Pak Bupati akan menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian di Jakarta. Penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk terus mengembangkan potensi di bidang pertanian,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Budiar Anwar kepada Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Minggu (16/08/2020) siang.
Budiar berharap, dengan prestasi ini, pihaknya akan menambah luas area tanam dan komoditas lainnya untuk bisa ikut dikembangkan. “Tidak hanya alpukat jenis pameling yang telah dikembangkan dengan luas lahan 115 hektar di Singosari dan Lawang, tapi nantinya buah-buahan yang lain juga akan dikembangkan,” harapnya.
Menurut Budiar, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tinggi Kementerian Pertanian kepada Pemkab Malang. Hanya ada dua kabupaten se Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Tomohon.
Dari hasil pengembangan itu, pemerintah pusat mengakui, rata-rata produktivitas buah unggulan di Kabupaten Malang selama tiga tahun terakhir mampu menembus di atas rata-rata produksi nasional. Di antaranya, alpukat varietas pameling ini, mampu mencapai 14,77 ton/hektar, jeruk 81,04 ton/hektar, dan apel 155,91 ton/hektar.
“Pengembangan jeruk dan alpukat semakin meluas dan mendapat dukungan dari pemerintah pusat maupun Pemkab Malang, sehingga berkembang agrowisata buah-buahan. Sampai saat ini malah dijadikan ikon Kabupaten Malang,” katanya.
Mantan Kabag Humas Kabupaten Malang ini menambahkan, khusus untuk pengembangan alpukat jenis pameling, produksinya mampu mencapai 14,77 ton per hektar, dengan rata-rata hasil panen 600 kg per pohon per tahun.
“Alpukat ini dikembangkan di Singosari dan Lawang sebanyak 150 tanaman per hektar. Alpukat pameling yang memiliki keunggulan berat buah mencapai 0,8-1,2 kg, daya simpan buah lebih lama, produktivitas tinggi, daya adaptasi luas, dan dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi. Sehingga dapat berpotensi sebagai varietas unggulan nasional yang dapat dikembangkan secara komersial,” terangnya.
Menurut Budiar, penghargaan dari pemerintah pusat ini juga berdasarkan perkembangan bahwa permintaan buah alpukat pameling milik Kabupaten Malang semakin meningkat, tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tapi sudah sampai ke kota-kota lain. “Bahkan saat ini sudah mulai penjajagan untuk ekspor. Pengembangan kawasan buah-buahan sudah terintegrasi dengan industri olahan yang pasarnya semakin meluas, baik pasar lokal maupun ekspor,” urainya. (iko/mat)