MALANG, JATIMPERS.COM – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan pabrik infus di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (11/06/2026) pagi. Pabrik infus yang akan dikelola PT Suryavena Farma Indonesia ini berdiri di atas lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) seluas 14 hektar, dan akan memasok infus di 130 rumah sakit serta lebih dari 300 klinik milik Muhammadiyah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan, pabrik ini dibangun sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok kebutuhan kesehatan yang selama ini masih bergantung pada pihak luar. “Muhammadiyah saat ini mengelola sekitar 130 rumah sakit dan lebih dari 300 klinik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan cairan infus dan produk kesehatan lainnya secara mandiri, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat,” katanya.

Dia menambahkan, pembangunan pabrik ini telah melalui berbagai kajian kelayakan dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk pengembangan industri farmasi, termasuk dari aspek ketersediaan dan kualitas sumber daya air yang menjadi salah satu komponen utama dalam proses produksi cairan infus. “Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2027 atau awal tahun 2028,” ujarnya.
Haedar Nashir menjelaskan, pembangunan pabrik infus ini merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk memperkuat kemandirian bangsa di bidang kesehatan melalui pengembangan industri yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. Karena Muhammadiyah tidak hanya hadir sebagai gerakan dakwah, pendidikan, dan sosial, tetapi juga berkomitmen membangun kekuatan ekonomi produktif yang mampu memberikan manfaat luas bagi umat dan bangsa.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menyambut baik hadirnya investasi industri kesehatan tersebut di Kabupaten Malang. Menurutnya, pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia tidak hanya akan memperkuat sektor kesehatan nasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan pengembangan potensi kawasan industri di Kabupaten Malang.
“Pemerintah Kabupaten Malang menyambut baik dan mengapresiasi pembangunan pabrik infus ini. Kehadiran industri kesehatan yang diinisiasi oleh Muhammadiyah merupakan langkah nyata dalam mendukung kemandirian sektor kesehatan nasional sekaligus memperkuat ketahanan industri farmasi dalam negeri. Kami berharap investasi ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan produk kesehatan secara mandiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tumbuhnya ekosistem industri yang berdaya saing di Kabupaten Malang,” ujar Hj. Lathifah Shohib.
Melalui pembangunan pabrik infus ini, Muhammadiyah menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian industri kesehatan nasional. Kehadiran PT Suryavena Farma Indonesia diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem farmasi dalam negeri, sekaligus mendukung terciptanya layanan kesehatan yang lebih berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhajir Effendy, Ketua Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal PP Muhammadiyah, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Direktur Utama BPJS Kesehatan, serta sejumlah undangan dari kalangan akademisi, dunia usaha, dan sektor kesehatan. (ind/mat)

