Site icon JATIMPERS.COM

OJK Malang Setujui BPR Danaputra Sakti Gabung BPR Harta Swadiri

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare

MALANG, JATIMPERS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui penggabungan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Danaputra Sakti ke dalam PT BPR Harta Swadiri. Langkah ini ditempuh  sebagai bagian dari  konsolidasi industri perbankan yang berkelanjutan guna memperkuat permodalan, meningkatkan daya saing, dan memperkokoh ketahanan industri BPR dalam mendukung pembiayaan sektor riil, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

OJK Malang
Kepala OJK Malang Farid Faletehan menyerahkan Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK kepada perwakilan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Danaputra Sakti ke dalam PT BPR Harta Swadiri. (foto: OJK Malang)

 

PERSETUJUAN tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-32/D.03/2026 tanggal 20 April 2026 tentang Pemberian Izin Penggabungan PT BPR Danaputra Sakti ke dalam PT BPR Harta Swadiri yang  berkedudukan di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.

Kepala OJK Malang Farid Faletehan, melalui pers rilis yang diterima redaksi jatimpers.com, Jumat (08/05/2026) siang, mengatakan, penggabungan usaha ini  diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi usaha BPR sehingga mampu memperluas akses layanan kepada masyarakat. “Melalui penggabungan usaha, BPR diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses layanan kepada masyarakat, serta memperkuat ketahanan dalam menghadapi dinamika perekonomian dan perkembangan industri jasa keuangan,” kata Farid, Kamis (07/05/2026) siang di Malang.

Dalam pers rilismnya, ia juga menjelaskan, dengan realisasi penggabungan tersebut, jumlah BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Malang menjadi 45 BPR dan 6 BPRS. Sampai  31 Maret 2026, aset BPR/S di wilayah kerja OJK Malang tercatat sebesar Rp 2,89 triliun atau turun 9,20 persen secara tahunan (year on year/yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 1,68 triliun atau turun 17,30 persen yoy.  Sedangkan kredit/pembiayaan tercatat sebesar Rp 1,89 triliun atau turun 12,37 persen yoy.

“Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh efektifnya penggabungan usaha PT BPR Lestari Jatim, PT BPR Lestari Jabar, PT BPR Lestari Jateng, PT BPR Lestari Jakarta, dan PT BPR Lestari Jogja ke dalam PT BPR Lestari Banten pada 9 Maret 2026. OJK menghimbau kepada seluruh nasabah dan masyarakat untuk tetap tenang serta mempercayakan layanan kepada industri BPR yang terus diperkuat melalui kebijakan konsolidasi yang sehat dan terarah,” katanya.

Ke depan, OJK akan terus mendorong penguatan kelembagaan BPR melalui konsolidasi dan transformasi industri guna menciptakan industri BPR yang lebih efisien, kompetitif, dan berdaya tahan, serta mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian daerah maupun nasional. (ind/mat)

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare
Exit mobile version