Site icon JATIMPERS.COM

Pers Jadi Penjernih di Tengah Maraknya Disinformasi

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare

JAKARTA, JATIMPERS.COM – Peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi momentum penting bagi dunia pers untuk menegaskan kembali perannya dalam menjaga demokrasi, perdamaian, dan keadilan sosial.

 

World Press Freedom Day 1
Ada fun walk dalam peringatan World Press Freedom Day 2026, Minggu (03/05/2026) di Jakarta.

 

KETUA Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan, jurnalisme berkualitas merupakan pondasi utama dalam membangun masyarakat yang cerdas di tengah derasnya arus informasi global. “Pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga berperan sebagai penjernih di tengah maraknya disinformasi. Tanpa informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif, sulit membangun perdamaian yang berkelanjutan,” ujarnya saat  peringatan World Press Freedom Day 2026 Minggu (03/05/2026) di Jakarta.

World Press Freedom Day 2
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat (topi putih), hadir dalam acara fun walk dalam rangka peringatan World Press Freedom Day 2026, Minggu (03/05/2026) di Jakarta.

Sejalan dengan itu, Forum Organisasi Penyiaran Indonesia (FOPI) turut menggelar rangkaian kegiatan dengan tema “Kolaborasi untuk Informasi Berkualitas dan Keberlanjutan Media” di kawasan Car Free Day, tepatnya di Café Vilo Riverview, Stasiun KA BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu pagi,  pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.

Acara dikemas dalam bentuk sambutan, penekanan sirine peringatan, serta kegiatan fun walk bersama Menteri Komunikasi dan Digital, komunitas pers, pelaku industri media, dan masyarakat.

FOPI yang terdiri dari berbagai asosiasi penyiaran menekankan pentingnya kolaborasi antara media, pemerintah, platform digital, dan publik untuk menghadirkan informasi yang akurat sekaligus menjaga keberlanjutan industri media. Selain itu, Dewan Pers juga mendorong lahirnya regulasi yang memberikan perlindungan terhadap karya jurnalistik, termasuk percepatan undang-undang hak cipta jurnalistik serta gagasan no tax for knowledge.

Menutup pernyataannya, Komaruddin mengajak insan pers untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi. “Pers Indonesia harus membuktikan diri sebagai pilar utama dalam menciptakan masa depan yang demokratis, damai, adil, dan berkelanjutan,” tegasnya. (ind/mat)

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare
Exit mobile version