Site icon JATIMPERS.COM

Raja: Bawa Harum Kabupaten Gresik di Kancah Bulutangkis

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare

MALANG, JATIMPERS.COM – Untuk meraih sebuah prestasi  itu memang tak mudah. Butuh perjuangan dan  pengorbanan. Tidak hanya waktu yang dikorbankan, tapi juga biaya, masa-masa bermain bersama teman-teman sebaya, waktu untuk kumpul dengan keluarga, dan yang tak kalah pentingnya adalah waktu untuk menuntut ilmu di sekolah formal. Inilah yang dirasakan    Mohammad Raja Daffa Ibnu Hafidz, atlet bulutangkis asal PB Restu, Gresik, Jawa Timur. 

 

Bulutangkis 1
Mohammad Raja Daffa Ibnu Hafidz saat mengikuti kejuaraan.

 

Bulutangkis 6
Mohammad Raja Daffa Ibnu Hafidz

KEPADA wartawan jatimpers.com, pelajar kelas 7 SMP Al Azhar, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik,  yang kini tengah magang di Pelatkab PBSI Malang ini menjelaskan panjang lebar perjalanan karirnya sebagai atlet bulutangkis. “Saya mengawali latihan bulutangkis ketika masih kelas 3 MI (Madrasah Ibtidaiyah) Al Azhar, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Jarak antara rumah dengan tempat latihan tak terlalu jauh, hanya sekitar 3 Km,” katanya mengawali cerita.

Bulutangkis 5
Mohammad Raja Daffa Ibnu Hafidz meraih juara 2 untuk kategori tunggal anak putra pada Kejuaraan Bulutangkis Yunior VI di GOR Kanaya, Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tanggal 5 – 10 Juli 2026.

Raja —panggilan akrab Mohammad Raja Daffa Ibnu Hafidz— menuturkan awal mula ia getol mengikuti latihan badminton. Menurutnya, waktu itu  di sekolahnya (MI Al Azhar) ada esktrakurikuler (ekskul) bulutangkis.  Tapi setiap kali main, ia selalu kalah. “Akhirnya saya bilang ke mama, minta supaya diikutkan latihan badminton di klub biar bisa menangan. Lalu, oleh mama saya didaftarkan di PB Restu, Gresik,” tuturnya.

Di klub ini, Raja rutin latihan setiap hari Minggu, Senin, Selasa, dan Rabu. Mulai jam 18.00 – 21.30. Jadi, selama 3,5 jam, Raja digembleng oleh pelatihnya, David,  di klubnya ini. Bahkan, untuk menambah kemampuan dan keterampilan, anak kedua dari tiga bersaudara ini, rajin ikut privat, Kamis dan Jumat, selama kurang lebih 2 jam setiap pertemuan. Praktis, dalam satu minggu, Raja selalu menjalani latihan badminton.

Bulutangkis 9
Mohammad Raja Daffa Ibnu Hafidz bersama orang tua dan saudaranya dalam sebuah momen.

Hasilnya? Sungguh luar biasa. Setidaknya, ketika main di program ekskul di sekolahnya, Raja tak pernah kalah lagi. Bahkan di beberapa event resmi, dia sering meraih podium.  Misalnya, pada Kejurkab PBSI Gresik tahun 2023, meraih juara 3 tunggal untuk kategori dini. Kejurkab tahun 2024, juara 2 kategori tunggal dini. Sedangkan   Kejurkab PBSI Gresik tahun 2025, juara 2 kategori tunggal anak putra.

Di luar kejurkab, Raja juga mendominasi di kejuaraan Porseni MI tingkat Kabupaten Gresik. Pada tahun 2025, anak kedua pasangan Mohammad Sholeh/Fais Sadiyah, sukses meraih juara 1 dan berhak mewakili Kabupaten Gresik di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dan yang terbaru, Raja meraih juara 2 untuk kategori tunggal anak putra pada Kejuaraan Bulutangkis Yunior VI di GOR Kanaya, Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tanggal 5 – 10 Juli 2026.

“Alhamdulillah, pada Kejuaraan Bulutangkis Yunior VI di GOR Kanaya, Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ini saya berhasil masuk final walau hanya meraih juara 2. Di final, saya kalah sama Sangga dari Kota Batu.  Terima kasih kepada kedua orang tua saya dan para pelatih, baik yang ada di Pelatkab PBSI Malang maupun di PB Restu, Gresik yang sudah membimbing saya. Semoga ke depan saya semakin berprestasi. Untuk itu, saya akan berlatih lebih giat lagi,” katanya penuh harap. Semoga!  (bri/mat)

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare
Exit mobile version