Site icon JATIMPERS.COM

Rida Ayudya Wijayanti, Sebelum Jadi Atlet Bulutangkis, Pernah Ikut Latihan Menari

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare

MALANG, JATIMPERS.COM – Tak banyak yang tahu jika atlet binaan Pelatkab PBSI Malang, Jawa Timur, yang satu ini dulunya adalah seorang penari. Setidaknya dia pernah mengikuti latihan menari di sebuah sanggar tari di dekat rumahnya, Tumpang, Kabupaten Malang. Ya, sekitar kelas 2 SD, Rida Ayudya Wijayanti  memang pernah diikutkan latihan menari oleh orang tuanya sebelum akhirnya banting setir ke  dunia bulutangkis hingga sekarang. 

 

Pelatkab PBSI Malang
Inilah satu di antaranya sekian banyak prestasi yang diraih Rida Ayudya Wijayanti, menjadi juara 2 Bupati Malang Cup III Open Nasional tahun 2025 di GOR Uraha Badminton Hall, Malang, Jawa Timur.

 

Rida Ayudya Wijayanti
Rida Ayudya Wijayanti

KEPADA wartawan jatimpers.com, Riadi Pujiono, ayah Rida —demikian sapaan akrab Rida Ayudya Wijayanti— cerita panjang lebar tentang anak perempuannya ini. “Dulu, kalau tak salah saat masih kelas 2 SD, Rida pernah saya ikutkan latihan menari. Tujuannya, agar dia bisa bergaul dengan orang lain, punya banyak teman, dan sebagainya. Karena anak saya ini memang sulit bergaul dengan orang lain. Padahal, kalau sudah kenal baik, dia sangat terbuka dan mudah diajak bergaul,” kata Riadi  belum lama ini saat mengunjungi anaknya  latihan di GOR Uraha Badminton Hall, Jl. Wijaya Kusuma, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Tapi Rida merasa tak nyaman dan tak bisa mengikuti latihan menari. Lalu, oleh ayahnya, Rida diminta untuk mencari kegiatan lain di luar sekolah. “Akhirnya dia memilih badminton yang digeluti hingga saat ini. Alhamdulillah,  kegiatan yang awalnya hanya untuk mencari kesibukan di luar sekolah dan mencari teman, kini malah mendulang prestasi. Saya sungguh tak menyangka dia  bisa berprestasi seperti sekarang. Hasil yang ia dapat sekarang ini, jauh diluar prediksi kami. Bahkan prestasinya jauh melampaui batas yang kami bayangkan,” tegas Riadi seraya mengucap syukur atas raihan anak pertamanya ini.

Menimpali keterangan ayahnya, Rida Ayudya Wijayanti, bercerita, dia mengikuti latihan bulutangkis sudah sejak kelas 4 SD di PB Djagung, Kota Malang. Setelah itu dia pindah ke PB AIC Kabupaten Malang. “Kalau latihan saya diantar ayah. Kalau ayah pas kerja, saya diantar ibu. Kebetulan jarak antara rumah dengan PB Djagung juga tak terlalu jauh, hanya 13 Km. Cukup ditempuh dengan sepeda motor selama 30 menit. Demikian pula saat latihan di PB AIC, juga diantar ayah atau ibu. Jaraknya juga tak jauh, hanya 20 Km. Cukup 45 menit kalau naik sepeda motor,” terangnya.

Rida Ayudya Wijayanti 3
Rida Ayudya Wijayanti bersama orang tua dan adiknya dalam sebuah momen Bahagia.

Pelajar kelas 11 D/ SMA Dipenogoro, Tumpang ini mengaku senang badminton karena ikut-ikutan ayahnya yang juga sering latihan badminton.   “Saya suka bulutangkis karena saya dulu sering ikut ayah  latihan. Lalu coba- coba ikut klub di PB Djagung hingga keterusan sampai sekarang. Alhamdulillah sudah menuai prestasi. Di antaranya, pada Porprov Jatim VIII/2025 lalu, dapat juara 2 untuk  beregu putri. Selain itu dapat juara 2 tunggal putri pada kejuaraan Ecomonic UM Cup tahun 2025. Juara 3 ganda taruna putri Kejurprov PBSI Jawa Timur tahun 2025. Juara 2 ganda taruna putri  pada kejuaraan Bupati Malang Cup Open Nasional tahun 2025, dan terakhir juara  3 ganda taruna putri Piala Ketua Umum PP PBSI tahun 2026. Semoga  tahun ini bisa podium lagi dan bisa main di Sirnas Primer,” harapnya.

Harapan putri pertama pasangan  Riadi Pujiono/Rosmiati yang tinggal di Jl. Kemuning, Desa Bokor, Kecamatan Tumpang, RT  15/RW 5, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini, bukan tak mungkin akan terwujud. Melihat semangatnya dalam menjalani latihan dan prestasi yang terus meningkat, tentu harapan dan cita-cita atlet binaan Pelatkab PBSI Malang kelahiran Malang,  25 November 2008 ini akan tercapai. Semoga! (bri/mat)

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare
Exit mobile version