Site icon JATIMPERS.COM

Sambal Senilai Rp 138.000.000 Diekspor ke Malaysia

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare

MALANG, JATIMPERS.COM – Salah satu UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) binaan Bea Cukai Malang, PT Mamani Jaya Berkah, belum lama ini berhasil mengekspor 50 karton, 10 varian kemasan botol 3.600 pcs,  dan 5 varian kemasan sachet 12.000 pcs sambal MamaNi dengan nilai transaksi sebesar Rp 138.000.000  ke Sabah, Malaysia.

 

foto 158 bea cukai ekspor
Salah satu UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) binaan Bea Cukai Malang, PT Mamani Jaya Berkah, belum lama ini berhasil mengekspor 50 karton, 10 Varian kemasan botol 3600 pcs, dan 5 varian kemasan sachet 12.000 pcs sambal MamaNi dengan nilai transaksi sebesar Rp138.000.000 ke Sabah, Malaysia. (foto : bea cukai malang)

 

KEPALA Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores, melalui pers rilis yang diterima redaksi jatimpers.com, Rabu (29/07/2026) petang, menjelaskan, pihaknya memang mempunyai  komitmen untuk mendorong UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) menembus pasar internasional. “Kali ini , PT Mamani Jaya Berkah, berhasil mengekspor sambal kemasan MamaNi ke Sabah, Malaysia,” katanya.

Johan Pandores
Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores. (ist)

Dia menambahkan, ekspor ini  sebagai bentuk perluasan pasar produk pangan olahan Indonesia, khususnya sambal, di kawasan Asia Tenggara. Pada pengiriman kali ini, PT Mamani Jaya Berkah mengekspor 50 karton, 10 varian kemasan botol 3600 pcs,  dan 5 varian kemasan sachet 12.000 pcs. “Total  ada 15.600 pcs kemasan produk sambal MamaNi dengan nilai transaksi sebesar Rp 138.000.000 yang diekspor ke Malaysia,” katanya.

Dalam pers rilis  itu juga dijelaskan, produk MamaNi merupakan sambal siap saji yang diproduksi sejak tahun 2013 dan memiliki 23 varian rasa. Mulai rasa sambal bawang, sambal cumi, sambal tuna asap, sambal teri, hingga berbagai olahan sambal khas nusantara. Produk ini dibuat menggunakan bahan baku lokal,  diproses secara higienis, telah mengantongi sertifikasi halal serta izin edar, dan dikemas secara praktis,  sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen domestik maupun pasar ekspor.

“Selain dipasarkan di berbagai wilayah Indonesia, produk MamaNi juga terus memperluas jangkauan ke pasar internasional. Keberhasilan ekspor tersebut tidak terlepas dari pendampingan yang dilakukan Bea Cukai Malang melalui program Klinik Ekspor.  Pendampingan meliputi edukasi mengenai prosedur ekspor, asistensi pemenuhan persyaratan kepabeanan, konsultasi perizinan, hingga fasilitasi dalam proses pengiriman barang. Sinergi antara Bea Cukai, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM agar mampu memasuki pasar global,” terang Johan Pandores.

Johan Pandores menegaskan, keberhasilan ini menunjukkan produk UMKM Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. “Keberhasilan PT Mamani Jaya Berkah menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar ekspor. Bea Cukai Malang akan terus memberikan pendampingan dan kemudahan layanan kepabeanan agar semakin banyak UMKM yang mampu memperluas pasar hingga ke mancanegara. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk berani melakukan ekspor,” harapnya.

PT Mamani Jaya Berkah juga terus menunjukkan perkembangan usahanya dengan mengikuti berbagai program pengembangan UMKM nasional serta memperluas jaringan pemasaran. Berbagai inovasi produk yang dilakukan menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan daya saing produk di pasar global. “Dengan keberhasilan ekspor ini, diharapkan semakin banyak UMKM di wilayah Malang Raya yang terdorong untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memanfaatkan berbagai fasilitas ekspor yang telah disediakan pemerintah,” kata Johan. (bri/mat)

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare
Exit mobile version