MALANG, JATIMPERS.COM – Bagi masyarakat Kabupaten Gresik, Jawa Timur, khususnya para pelatih dan atlet bulutangkis yang berada di bawah naungan PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia), tentu sudah tak asing lagi dengan nama Muhammad Zada Kusuma. Karena atlet binaan PB SKB (Sanggar Kegiatan Belajar), Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, yang sekarang tengah menjalani magang di Pelatkab PBSI Malang ini, sudah berkali-kali meraih juara di berbagai event. Bahkan sudah sering juara 1.

KEPADA wartawan jatimpers.com, pelajar kelas 9 MTsN 1 Gresik, ini membeberkan catatan perjalanan karirnya di dunia bulutangkis. “Alhamdulillah, sejak awal mengikuti latihan bulutangkis kelas 2 SDN 53 Gresik, sudah meraih hasil yang cukup bagus dan sudah beberapa kali juara. Di antaranya, juara 1 Pradini Kejurkab PBSI Gresik tahun 2022. Juara 1 Dini Kejurkab PBSI Gresik tahun 2023, Juara 1 Anak Kejurkab PBSI Gresik tahun 2025. Juara 1 O2SN tingkat Kabupaten Gresik tahun 2024. Yang terbaru, juara 3 Tunggal Anak dan Juara 3 Ganda Anak Kejuaraan Bulutangkis Yunior VI di GOR Kanaya, Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tanggal 5 – 10 Juli 2026,” jelasnya, Jumat (10/07/2026) petang di Malang.

Putra kedua pasangan Kusdianto/Umayatun ini mengakui, raihan prestasi yang ia capai saat ini, tentu tak lepas dari dukungan dan doa orang tuanya. Selain itu juga karena ada bimbingan dari para pelatih, baik saat masih berlatih di PB SKB (Mbak Afi dan Mas Raf) maupun saat menjalani pelatihan di Pelatkab PBSI Malang. “Saya sangat bersyukur dapat bimbingan dari para pelatih yang hebat-hebat dan sabar, sehingga mendapat hasil yang maksimal seperti sekarang. Tapi saya tentu tidak berpuas diri. Saya akan terus berlatih agar meraih prestasi yang lebih bagus daripada sekarang,” kata Muhammad Zada Kusuma, saat ditemuui asrama GOR Uraha Badminton Hall, Malang, Jumat malam.

Zada —panggilan akrab Muhammad Zada Kusuma— menceritakan awal mula ikut latihan badminton. “Waktu itu, saya diajak bapak main badminton di GOR SKB. Dari situ, saya langsung tertarik dan minta supaya didaftarkan ikut latihan di PB SKB sampai sekarang. Kebetulan jarak antara tempat latihan dengan rumah saya di Perumahan Alam Singgasana Blok F no 14, Cerme, Gresik, tidak terlalu jauh, hanya sekitar 2,5 Km,” tuturnya.
Di klub ini, Zada rutin latihan setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat. Mulai jam 16.00 – 20.00. Jadi, selama 4 jam, Zada digembleng oleh pelatihnya, (Mbak Afi dan Mas Raf). Bahkan, untuk menambah kemampuan dan keterampilan, anak kedua dari tiga bersaudara ini, rajin ikut privat, Senin pagi sampai Sabtu. “Jadi, saya tambahan setiap hari. Tapi waktunya di pagi hari saja. Praktis, dalam satu minggu, saya selalu menjalani latihan badminton,” katanya.
Hasilnya? Sungguh luar biasa. Dia mampu meraih prestasi di berbagai kejuaraan dan membawa nama harum Kabupaten Gresik dan sekolahnya, SDN 53 Gresik dan MTsN 1 Gresik, baik tingkat Kabupaten Gresik maupun Provinsi Jawa Timur. Yang terbaru, Zada meraih juara 3 kategori tunggal anak putra dan juara 3 ganda anak putra pada Kejuaraan Bulutangkis Yunior VI di GOR Kanaya, Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tanggal 5 – 10 Juli 2026.
“Alhamdulillah, pada Kejuaraan Bulutangkis Yunior VI di GOR Kanaya, Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ini saya berhasil masuk semi final Terima kasih kepada kedua orang tua saya dan para pelatih, baik yang ada di Pelatkab PBSI Malang maupun di PB SKB, Gresik yang sudah membimbing saya. Semoga ke depan saya semakin berprestasi. Untuk itu, saya akan berlatih lebih giat lagi,” katanya penuh harap. (bri/mat)