Site icon JATIMPERS.COM

Tekan Kematian Ibu Hamil dan Bayi, Pemkot Malang Canangkan Gerak Penting

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare

MALANG, JATIMPERS.COM – Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, berkomitmen terus menekan angka stunting. Salah satu langkah yang ditempuh dengan pencanangan Gerak Bersama Penurunan AKI, AKB, dan Stunting (Gerak Penting) di Hotel Atria, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (05/05/2026) siang.

 

Pemkot Malang
Wakil Wali Kota Malang, Ali Mutohirin, menjadi pemateri saat pencanangan Gerak Bersama Penurunan AKI, AKB, dan Stunting (Gerak Penting) di Hotel Atria, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (05/05/2026) siang.

 

DENGAN pencanangan itu diharapkan pemantauan potensi stunting lebih masif dilakukan, sehingga bisa meminimalisir Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), karena dilakukan pemantauan sejak dini dan  pemeriksaan rutin di layanan kesehatan, baik di Puskesmas maupun RSUD Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang
Wakil Wali Kota Malang, Ali Mutohirin.

“Dengan Gerak Penting ini, identifikasi maupun pendataan ibu hamil hingga melahirkan, akan lebih masif. Sosialisasi kesiapan kesehatan di setiap Puskesmas, terus terinformasikan,” terang Wakil Wali Kota Malang, Ali Mutohirin yang menjadi pemateri dalam pencanangan acara ini.

Penanganan Gerak Penting dimulai di Puskesmas, bidan koordinator, bidan wilayah, yang sudah punya data identifikasi  dan kantong persalinan.

Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Malang, Husnul Muarif,  menjelaskan, kematian ibu  tahun 2025 sebanyak 4 orang. Sedangkan kemarian bayi balita sebanyak 46 orang.  “Peristiwa AKI dikarenakan proses kehamilan. Kemudian saat melahirkan dan masa nifas. Untuk kecelakaan meninggal, tidak dimasukkan di angka kematian ibu. Namun kalau angka kematian bayi balita, penyebab apa pun dimasukkan di dalam angka kematian,” terangnya.

“AKI paling banyak, karena hipertensi dalam kehamilan. Termasuk pendarahan pasca persalinan. Dengan Gerak Penting ini, pendataan awal jumlah ibu hamil, berapa yang risiko tinggi, berapa yang tidak berisiko, akan terpantau sejak dini,” imbuh Dokter Husnul.

Dia menambahkan, tingkat resiko ibu hamil saat melahirkan, bisa disebabkan karena  panggul sempit,  jarak kehamilan terlalu dekat, hipertensi dan   diabetes melitus. (ide/mat)

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare
Exit mobile version