* Arshaka Aprillio Wijaya

MALANG, JATIMPERS.COM – Kecil-kecil cabe rawit. Barangkali kalimat ini yang pantas disematkan kepada Arshaka Aprillio Wijaya. Betapa tidak. Di usia yang masih 12 tahun, atlet tembak yang berdomisili di Jl. Tirto Taruno Gg 4, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ini sudah meraih sejumlah medali. Terakhir, dia menjadi juara 3 Benchrest 25 meter junior pada Dan Brigif Cup 18, tanggal 5 – 7 Juni 2026 di Asrama Yonif 501/BY, Kota Madiun, Jawa Timur.


Kepada wartawan jatimpers.com, Arshaka yang didampingi ayahnya, Andri Wijaya, menceritakan perjalannya menjadi atlet tembak. “Saya latihan menembak sejak kecil, sejak umur 6 tahun. Waktu itu masih sekolah di TK B,” katanya mengawali cerita seraya mengingat-ingat masa lalunya.
Awalnya, atlet cilik yang tengah menempuh pendidikan kelas 5 di SD Muhammadiyah 8, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang ini, belajar menembak di Basic Club. Dia juga pernah menimba ilmu di Posopati SC, Vicadha SC Divisi Kostrad Singosari, dan di PSR Kepanjen. “Setiap kali latihan, saya yang mengantar. Untungnya jarak antara rumah dengan tempat latihan tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 Km. Kalau naik sepeda motor, paling 30 menit sudah sampai,” kata Andri Wijaya, ayah Arshaka Aprillio Wijaya, belum lama ini.
Perpaduan antara kemauan yang tinggi dari Arshaka Aprillio Wijaya untuk meraih prestasi dan semangat orang tua yang tak kenal lelah mengawal dan mengantar anaknya latihan, akhirnya perjuangan keduanya membuahkan hasil. Berbagai prestasi mampu Arshaka raih di berbagai kejuaraan. Seperti, juara 2 Wali Kota Pasuruan Cup, juara 3 Piala PANGDIV 2/Kostrad dalam rangka HUT TNI, juara 3 Piala Dispora Kabupaten Malang, juara 2 Piala Wali Kota Surabaya, juara 2 Senapan Api 100 m Piala Wali Kota Madiun, juara 3 Piala Kemerdekaan Kota Mojokerto, juara 1 se Malang Raya.
“Yang terbaru, dia baru saja menjadi juara 3 benchrest 25 meter junior pada kejuaraan Dan Brigif 18 Cup 2026 pada 5 – 7 Juni 2026 di Kota Madiun. Semoga tahun 2026 ini dia tetep konsisten di semua kejuaraan menembak,” harap Andri Wijaya.
Dengan capaian di berbagai event ini, tentu tak membuat putra pertama dari dua bersaudara, pasangan Andri Wijaya/Sabrina Dwi Arinda ini berpuas diri. Arshaka tetap bertekad meningkatkan latihan, disiplin, dan meraih prestasi setinggi mungkin. Semoga! (bri/mat)