Site icon JATIMPERS.COM

Wamenhaj dan Umrah Takziah ke Rumah Istri Petugas Haji

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare

MALANG, JATIMPERS.COM – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, berkunjung ke rumah almarhumah Diana Maf’ulla di Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (12/06/2026), untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muhaimin, yang tengah bertugas di Tanah Suci.

 

wamenhaj muhaimin 2
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama para keluarga almarhumah Diana Maf’ulla di Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (12/06/2026), untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muhaimin, yang tengah bertugas di Tanah Suci.

 

KEHADIRAN wamenhaj menjadi bentuk empati dan dukungan moril Kementerian Haji dan Umrah  kepada keluarga yang sedang berduka, sekaligus penghormatan atas keteguhan Muhaimin dalam menjalankan amanah pelayanan haji di tengah cobaan yang sangat berat.

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak
akil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, disambut Mia, putri almarhumah Diana Maf’ulla saat takziyah di Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (12/06/2026).

Almarhumah Diana Maf’ulla merupakan istri Muhaimin, salah satu petugas haji Indonesia yang saat ini masih bertugas di Arab Saudi. Meski Kemenhaj telah memberikan keringanan agar dapat segera kembali ke Indonesia setelah menerima kabar duka, Muhaimin memilih menuntaskan tugas pelayanan jemaah hingga masa penugasannya berakhir pada 2 Juli 2026.

“Atas nama keluarga besar Kemenhaj serta seluruh petugas haji Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhumah Ibu Diana Maf’ulla. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Wamenhaj.

Dalam kunjungan tersebut, Dahnil bertemu dengan putri almarhumah, Mia, beserta keluarga besar yang mendampingi. Ia menyampaikan apresiasi atas ketegaran keluarga, khususnya Mia yang tetap kuat menghadapi kehilangan sosok ibunda tercinta.

Menurut wamenhaj, keputusan Muhaimin untuk tetap melanjutkan tugas bukanlah pilihan yang mudah. Namun, sikap tersebut menunjukkan dedikasi dan komitmen tinggi seorang petugas dalam mengemban amanah melayani ratusan ribu jemaah haji Indonesia. “Kami sebenarnya memberikan kesempatan kepada beliau untuk kembali ke Tanah Air. Namun beliau memilih menyelesaikan tugas pelayanan di Tanah Suci hingga akhir masa penugasan. Ini adalah keputusan yang lahir dari rasa tanggung jawab yang besar terhadap amanah yang sedang diembannya,” tegasnya.

Ia menegaskan, pengabdian petugas haji sering kali berlangsung di balik layar dan tidak jarang menuntut pengorbanan pribadi yang besar. Karena itu, Kemenhaj memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas yang terus bekerja melayani jemaah, termasuk Muhaimin yang tetap menjalankan tugas di tengah duka keluarga. “Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga sebagai bentuk hormat kepada keluarga yang telah mendukung pengabdian beliau. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan kepada Cak Muhaimin, Mia, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan,” kata  Wamenhaj.

Wamenhaj juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan almarhumah agar memperoleh husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan serta kekuatan menghadapi ujian ini. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhumah Ibu Diana Maf’ulla mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” doanya. (ind/mat)

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare
Exit mobile version