MALANG, JATIMPERS.COM – Ribuan warga Desa Gedok Wetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tumplek blek di sepanjang jalanan desa setempat, Sabtu (27/06/2026) petang hingga malam. Mereka menyaksikan kirab bantengan dan selamatan desa yang rutin digelar setiap tahun yang melibatkan 26 group bantengan dan 18 group sound system.


KEPALA Desa Gedok Wetan, Budiono, ST, didampingi salah satu tokoh pemuda desa setempat, Tri Yoga Trengginas, belum lama ini menjelaskan, kirab bantengan ini digelar dengan tujuan untuk merawat warisan budaya leluhur serta mempererat persaudaraan maupun kekompakan antar warga. “Selain itu juga sebagai tradisi kearifan lokal di Provinsi Jawa Timur. Kirab bantengan ini juga menjadi ajang pelestarian identitas daerah dan wadah berkumpulnya para seniman,” jelasnya.

Budiono yang sekarang menjabat untuk periode ketiga ini menambahkan, kirab bantengan ini diadakan dalam bentuk pawai, mengelilingi desa, dan diakhiri di RW masing-masing. “Acaranya dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Jumlah pesertanya cukup banyak, 26 group bantengan ditambah 18 group sound system, dengan total peserta kurang lebih 3.500 personil,” katanya.
Karena kegiatan ini melibatkan ribuan orang, otomatis terjadi kemacetan di sepanjang jalan. Namun berkat kesigapan panitia bekerjasama dengan petugas terkait dan dukungan masyarakat, hal ini tak menjadi masalah yang berarti dan dapat diatasi dengan baik. “Alhamdulillah, acara berjalan lancar, tertib, dan teratur, mulai awal sampai akhir. Dan yang tak kalah pentingnya adalah masyarakat benar-benar terhibur,” tuturnya.
Di sisi lain, kegiatan tahunan ini juga membawa keberkahan bagi masyarakat desa setempat dan sekitarnya. Karena membawa dampak ekonomi, terutama bagi pedagang. “Semoga tahun depan, acara semacam ini dapat terlaksana kembali dengan hasil yang lebih baik. Karena potensi budaya bantengan di desa kami cukup besar dan diminati masyarakat. Kegiatan ini juga sebagai wujud upaya kami, warga desa, untuk nguri-uri budaya,” harap Tri Yoga Trengginas, salah satu tokoh pemuda. (ind/mat)

