TUBAN, JATIMPERS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban menggelar pelatihan petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) gelombang IV yang tersebar di lima hotel; Charis, Front One, Fave, Lynn dan Mustika, diikuti 342 peserta pada 10-12 Juni 2026.

SALAH SATUNYA adalah kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Mustika kelas Z, selama tiga hari, tidak hanya dibekali teori, tetapi juga keterampilan teknis yang akan menjadi bekal utama di lapangan.
Instruktur Rizky Wahyuningsih mengarahkan peserta untuk memahami setiap detail proses pendataan, mulai dari penggunaan aplikasi, pengisian kuesioner, hingga teknik wawancara yang efektif.

Para peserta terdiri dari Petugas Pencacah Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang nantinya akan terjun langsung mendata aktivitas ekonomi masyarakat hingga ke pelosok wilayah.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selain menambah relasi dan jaringan, kami juga mendapatkan pengalaman serta pengetahuan baru yang akan menjadi bekal saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di lapangan,” ujar Ardyan Ramadhani salah satu peserta.
Bagi Dea Hapsari Padarani yang juga seorang partisipan, pelatihan ini membuka pemahaman baru tentang pentingnya data dalam pembangunan. Ia menyadari bahwa pekerjaan yang akan petugas lakukan bukan sekadar mencatat angka.
“Data yang akurat, valid, dan berintegritas sangat dibutuhkan karena akan menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah dalam mengembangkan perekonomian daerah maupun nasional,” tuturnya.
Memang, di balik proses sensus yang tampak rumit dan kompleks, tersimpan peran besar dalam menentukan arah kebijakan. Data yang dikumpulkan akan menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dalam mengidentifikasi potensi ekonomi, menetapkan prioritas pembangunan, hingga merancang program yang lebih tepat sasaran.
Tidak hanya itu, pelaku usaha pun dapat merasakan manfaatnya melalui berbagai program pembinaan dan dukungan yang berbasis data.
Tantangan di lapangan tentu tidak ringan. Proses pendataan yang akan berlangsung sekitar dua setengah bulan ke depan menuntut konsistensi, ketelitian, dan kemampuan komunikasi yang baik.
Hal itu diingatkan Eli Wilianti, salah satu PML Kelas Z. Ia menekankan pentingnya menjaga koordinasi dan komunikasi antar petugas selama menjalankan tugas.
“Petugas sensus adalah ujung tombak keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Memastikan data yang dikumpulkan benar, lengkap, dan sesuai kondisi di lapangan,” tegasnya.
Puncak kegiatan terjadi di hari terakhir. Para peserta mengikuti praktik wawancara yang mensimulasikan kondisi nyata di lapangan. Situasi dibuat menyerupai interaksi dengan responden, lengkap dengan berbagai kemungkinan kendala yang bisa muncul. Setelah itu, para peserta menghadapi post-test sebagai evaluasi akhir dari seluruh materi yang telah diterima.
Kini, pelatihan telah usai. Namun, perjalanan sesungguhnya justru akan segera dimulai. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan semangat kebersamaan yang telah terbangun, para petugas siap melangkah ke lapangan.
Dari ruang pelatihan, mereka akan menyusuri jalanan, mengetuk pintu-pintu seluruh lapangan usaha, termasuk sektor pertanian, sekaligus menyasar keluarga atau rumah tangga.
Di tangan petugas sensus, potret ekonomi Kabupaten Tuban akan tergambar, menjadi dasar bagi pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.(dm/red)

