4 mins read

Juara 1 O2SN, Saskia Harumkan MA Al Maarif Singosari

MALANG, JATIMPERS.COM – Pelajar putri Madrasah Aliyah (MA) Al Maarif, Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Saskia Rahma Rojabi Sayuti (16), kembali mengharumkan almamaternya. Atlet binaan Pelatkab PBSI Malang yang tinggal di Dusun Sumberawan RT 02/RW 04, Desa Toyomarto, Kecamatan  Singosari ini kembali meraih juara 1 pada ajang  Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga (cabor) bulutangkis, di GOR Singa Jaya, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Selasa – Rabu (21 – 22/04/2026) pagi.

 

Saskia Rahma Rojabi Sayuti (16) bersama para juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga (cabor) bulutangkis, di GOR Singa Jaya, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Selasa – Rabu (21 – 22/04/2026) pagi.

PADA laga final yang berlangsung Rabu (22/04/2026) siang, putri pasangan Ilham Sayuti dan Hartatik ini  mengalahkan “kompatriotnya”  di Pelatkab PBSI Malang, Rida Ayu, perwakilan SMA Dipenogoro, Tumpang, dengan skor akhir 21 – 17 dan 28 – 26. Dengan hasil ini, Saskia sukses mengulang hasil  Porseni Tingkat Madrasah Aliyah (MA) tahun 2025. Kala itu, dia juga menjadi juara 1 cabor bulutangkis.  Bahkan pada 2025 silam, Saskia, juga berhasil menembus semifinal Porseni Tingkat Jawa Timur di Jember untuk cabor bulutangkis kelompok tunggal putri.

Pelajar putri Madrasah Aliyah (MA) Al Maarif, Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Saskia Rahma Rojabi Sayuti (16), kembali mengharumkan almamaternya. Atlet binaan Pelatkab PBSI Malang yang tinggal di Dusun Sumberawan RT 02/RW 04, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari ini kembali meraih juara 1 pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga (cabor) bulutangkis, di GOR Singa Jaya, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Selasa – Rabu (21 – 22/04/2026) pagi.

“Alhamdulillah, tahun 2026 ini masih bisa menjadi juara 1 O2SN tingkat SMA/SMK/MA se Kabupaten Malang  untuk cabor bulutangkis kelompok tunggal putri. Tahun 2025 lalu juga masih bisa juara 1 Porseni MA se Kabupaten Malang dan semifinal Porseni MA tingkat Jawa Timur, ” katanya, usai pertandingan.

Dalam catatan jatimpers.com, prestasi pelajar kelas XI/3 MA Al Maarif, Singosari, Kabupaten Malang, ini memang cukup ciamik. Dalam kurun waktu 2025, dia sukses menjadi  finalis Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX, mewakili Kabupaten Malang untuk beregu putri. Dia juga sukses menembus semifinalis Kejurprov PBSI Jawa Timur, dan semifinalis Bupati Malang Cup III Open Nasional.

Saskia Rahma Rojabi Sayuti (16) saat akan menjalani babak penyisihan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga (cabor) bulutangkis, di GOR Singa Jaya, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Selasa – Rabu (21 – 22/04/2026) pagi.

Melalui pers rilis yang diterima redaksi jatimpers.com, Kepala MA Almaarif Singosari, Khoirul Anam, S.Pd., MM, menyampaikan apresiasi atas capaian Saskia Rahma Rojabi Sayuti. Menurutnya, kemenangan Saskia bukan hanya soal prestasi, tetapi juga proses pembentukan karakter. “Prestasi ini bukanlah akhir, melainkan awal menuju tantangan yang lebih besar. Kami berharap ini menjadi pemantik semangat bagi Saskia dan seluruh siswa untuk terus berkembang,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 59 pelajar SMA/SMK/MA se Kabupaten Malang,  Jawa Timur, mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)  khusus cabang olahraga bulutangkis, di GOR Singa Jaya, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Selasa – Rabu (21 – 22/04/2026) pagi.

Saskia Rahma Rojabi Sayuti (16) bersama ayahnya, Ilham Sayuti, usai meraih penghargaan saat menjadi juara 1 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga (cabor) bulutangkis, di GOR Singa Jaya, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Selasa – Rabu (21 – 22/04/2026) pagi.

Zaenal Arif, salah seorang panitia cabor bulutangkis, saat techninal meeting (TM) di aula SMAN 1 Bululawang, menjelaskan, dari total peserta 59 orang tersebut, 42 orang di antaranya adalah tunggal putra, dan 17 orang tunggal putri. “Yang dipertandingkan dalam kejuraan ini memang hanya tunggal putra dan tunggal putri saja. Untuk ganda tidak dipertandingkan. Karena itu kami hanya perlu dua lapangan saja,” katanya di sela-sela TM, Jumat (17/04/2026) siang.

Terkait dengan peserta, masih kata Zaenal Arif, berbeda dengan O2SN tahun-tahun sebelumnya. “Kalau tahun lalu, O2SN hanya untuk pelajar SMA. Sekarang pelajar SMA/SMK/MA dijadikan satu. Karena itu jumlahnya cukup banyak,” ujarnya.

Selain cabor bulutangkis, ada empat cabor lain yang dipertandingkan. Di antaranya, atletik, renang, silat, dan  panjat tebing.  (iko/mat)