MALANG, JATIMPERS.COM – Mendekati pergantian tahun baru 2023, harga komoditas pertanian di Kabupaten Malang, Jawa Timur, cenderung naik. Bahkan cabe rawit kenaikannya cukup signifikan, dari Rp 40.726/kg menjadi Rp 47.667/kg, naik Rp 6.905 atau 16,94 %. Namun di sebagian produk lainnya, seperti tomat malah turun hingga 10,05%, dari Rp 10.429/kg menjadi 9.381/kg.


KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Jawa Timur, Mahila Surya Dewi, usai memantau stok dan harga sembako di sejumlah pasar tradisional, Kamis (29/12/2022) siang, menjelaskan, setidaknya ada empat komoditas pertanian yang harganya naik.

Di antaranya, cabe merah besar, naik dari Rp 21.952/kg menjadi Rp 22.619/kg, naik sebesar Rp 667 atau 3,04%. Cabe rawit, dari Rp 40.726 menjadi Rp 47.667, naik Rp 6.905 atau 16,94%. Bawang merah, dari Rp 33.167 menjadi Rp 33.833, naik Rp 666/kg atau 2,01%. Ketela pohon dari 4.714/kg menjadi Rp 4.726/kg, naik Rp 476/kg atau 1,01%.
Sedangkan harga komoditas lainnya yang turun di antaranya, ayam potong, dari Rp 33.000/kg menjadi Rp 32.524/kg, turun Rp 476/kg atau -1,44 %. Bawang putih dari Rp 22.524/kg menjadi Rp 22.190/kg, turun sebesar Rp 334/kg atau -1,48%. Tomat dari Rp 10.429/kg menjadi Rp 9.381/kg, turun 1.048/kg atau -10,05%. Kentang dari Rp 14.095/kg menjadi Rp 13.905/kg, turun sebesar Rp 190/kg atau -1,35%. Kol/kobis, dari Rp 8.714/kg menjadi Rp 8.619/kg, turun sebesar Rp 95/kg atau -1,09%.
“Memang ada beberapa komoditas yang harganya naik. Namun ada juga yang harganya turun. Cabe rawit naik dari Rp 40.726 menjadi Rp 47.667. Ada kenaikan harga Rp 6.905/kg atau 16,94%,” katanya.



