
Hal tersebut dibuktikan dengan kehadirannya dalam Gerakan Aksi Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona sebagai gebrakan baru dalam rangka rencana pengembangan mempersiapkan KEK tersebut, Kamis (27/7/2017)di Singhasari Residence, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

“Pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar setelah migas. Karena itu pariwisata harus digenjot,” kata menteri asal Banyuwangi tersebut.

Menurutnya, kunci sukses pengembangan pariwisata berkelanjutan ada tiga, yakni bangun masyarakatnya, bangun lingkungannya, dan bentuk perekonomiannya atau 3P (People, Planet, Profit)
Dia menerangkan, jumlah wisatawan mancanegara tiap tahun terus meningkat. Pada tahun 2014 sekitar 9 juta orang, tahun 2015 sebanyak 10,4 juta orang, dan tahun 2016 naik menjadi 12 juta orang. “Jutaan wisman yang masuk ke Indonesia menghasilkan devisa sebesar Rp 180 juta,” jelasnya.
Kehadiran Arif Yahya ini disambut positif semua kalangan. “Kami sudah prioritaskan pariwisata di tahun 2018, juga sudah kami bentuk strategi pembangunan di Kabupaten Malang, dibuktikan dengan visi misi dan langkah strategi Bupati Malang yang salah satunya di bidang pariwisata, ” papar sekda.
Ditambahkannya, potensi wisata di Kabupaten Malang dibagi menjadi 3 cluster, yakni cluster petualang (ex: rafting kasembon), cluster agropolitan (kebun teh), dan cluster agribis (produk unggulan daerah Dampit : kopi, coklat, cengkeh)


