Cara Kabupaten Malang Mengatasi Lingkungan
REPORTER : mamak

Permasalahan lingkungan menjadi perhatian serius pemerintah, tak terkecuali Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahkan masalah ini masuk dalam tiga skala prioritas pembangunan Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna dan Wakil Bupati Malang Drs HM. Sanusi, MM lima tahun kepemimpinannya (2016 – 2021), di samping mengatasi kemiskinan dan mendongkrak pariwisata. Salah satu cara yang dilakukan mengatasi masalah lingkungan adalah membuat Bank Kletong.
——————————————————————————–


Mantan pejabat di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang ini, salah satu cara yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang untuk mengatasi masalah kotoran sapi ini adalah menjadikan kotoran sapi itu sebagai energi positip yang bermanfaat bagi masyarakat. “Caranya, kotoran sapi yang ada di peternak, kami ambil, lalu kami masukkan ke dalam reaktor, kemudian diolah menjadi gas metan. Nah, gas metan ini bisa menghasilkan energi listrik,” terangnya.
Pejabat Eselon III alumni ITS 10 November Surabaya ini menerangkan, pada tahap uji coba ini, telah dibangun 5 reaktor dengan kapasitas 2 ton kotoran sapi per hari. Setiap hari, petugas UPTD Lingkungan Hidup di Pujon mengambil kotoran sapi di peternak yang tergabung dalam Koperasi SAE Pujon, sekitar 500 kg.



Sedangkan lumpur (seluri) akan dipompa, dimasukan ke dalam sludge drying bad (bak pemisah lumpur dan cairan), sehingga air turun ke bawah (terbuang), sedangkan lumpurnya mengendap di atas. “Lumpur yang mengendap ini akan diambil, lalu ditaruh ke bak komposter untuk mendapatkan kompos atau pupuk organik,” jelasnya.
“Namun untuk menghasilkan kompos atau pupuk organik, kami masih harus melakukan berbagai uji coba dulu. Kami akan buat demplot (petak percontohan untuk membuktikan cara atau hasil penerapan teknologi pertanian) terlebih dulu untuk uji coba. Kalau memang berhasil, baru pupuk organiknya dipasarkan,” terang Renung.
Terkait dengan proyek ini, Renung menjelaskan, Kabupaten Malang harus mengikuti audisi di Jakarta. Menurutnya, ada 13 daerah yang ikut. Hasilnya, Kabupaten Malang dan Kota Jambi berhasil menjadi pemenang dan menjadi pilot program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. (*)

