MALANG, JATIMPERS.COM – Ratusan siswa siswi SDI Sabilillah Malang 2, mengikuti manasik haji akbar di halaman sekolah yang berada di kawasan Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (19/05/2026) pagi hingga selesai.


MELALUI pers rilis yang diterima redaksi jatimpers.com, Senin (25/05/2026) siang, Manshur Yahya, S.PdI, guru Al-Quran SDI Sabilillah Malang 2, menjelaskan, manasik haji ini dikemas dengan pendekatan yang sangat interaktif dan menyenangkan (fun learning). “Jadi, jauh dari kesan membosankan. Di sini, para siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi langsung mempraktikkan setiap rukun haji secara runut,” katanya.
Sejak pagi hari, area sekolah sudah didominasi warna putih bersih. Lengkap dengan replika ka’bah yang berdiri megah di tengah lapangan. Para siswa tampil kompak mengenakan kain ihram untuk laki-laki dan busana muslimah putih untuk perempuan. Senyum antusias dan binar mata penasaran terlihat jelas dari wajah para calon “haji cilik” ini.

Manshur Yahya menggambarkan, gema talbiyah, labbaikallahumma labbaik… bersahut-sahutan memecah keheningan, dipandu langsung oleh para guru. “Momen ini sukses bikin merinding siapa saja yang mendengarnya. Berasa lagi antre beneran di depan hajar aswad,” tuturnya.
Secara bergantian dan tertib, para siswa melewati setiap pos simulasi keagamaan, seraya menjalankan wukuf di Arafah (menundukkan hati, mendengarkan khutbah, dan berdoa dengan khusyuk). Thawaf (berputar mengelilingi replika ka’bah sebanyak 7 kali dengan penuh khidmat). Sa’i (berlari-lari kecil dari bukit Shofa ke Marwah yang penuh energi). Melontar Jumrah (melempar kerikil di pos Ula, Wustha, dan Aqabah sebagai simbol melawan bisikan negatif).
Kepala Sekolah SDI Sabilillah Malang 2, Isnin Hasanah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian penting dari pembentukan karakter religius siswa sejak dini. “Semoga nilai-nilai keislaman tidak hanya menjadi hafalan di dalam kelas, tetapi benar-benar membekas di hati dan menjadi pengalaman berharga hingga mereka dewasa nanti,” harapnya.
Isnin Hasanah menambahkan, melalui manasik haji kekinian ini, anak-anak belajar banyak hal positif secara langsung. Seperti, arti kesabaran saat mengantre, kekompakan dalam barisan, pentingnya rasa ikhlas, dan sebagainya. “Semoga kelak seluruh keluarga besar SDI Sabilillah Malang 2 bisa berangkat haji,” doanya. (ind/mat)

