SURABAYA, JATIMPERS.COM – Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU) menerima maklumat resmi dari Keluarga Besar Dr. Soetomo yang menyatakan dukungan penuh atas penggunaan nama tokoh nasional tersebut oleh lembaga pendidikan di bawah naungan YPCU pada Selasa, (20/5/2025).
MAKLUMAT yang ditandatangani oleh Ir. D. Habimono Koesoebojono tersebut menandai pengakuan formal keluarga terhadap penggunaan nama Dr. Soetomo sebagai identitas kelembagaan dibawah naungan YPCU, diantaranya Universitas Dr. Soetomo, SMA Dr. Soetomo, SMK UNITOMO, dan SMP Dr. Soetomo sebagai penerus nilai-nilai kebangsaan yang pernah diperjuangkan oleh Dr. Soetomo.

Lebih lanjut, dinyatakan bahwa penggunaan nama besar Dr. Soetomo telah mendapatkan persetujuan dari keluarga inti, yakni almarhumah Ibu Sri Oemijati dan almarhumah Ibu Siti Soendari, yang merupakan adik kandung dari Dr. Soetomo.
“Dengan maklumat ini, kami berharap nilai dan semangat perjuangan Dr. Soetomo senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa,” tutup Ir. D. Habimono Koesoebojono.
Ketua Pengurus YPCU, Dr. Bachrul Amiq, S.H., M.H., menyampaikan bahwa sejak didirikan pada 31 Juli 1981, Universitas Dr. Soetomo telah berjalan di atas dasar asas kepercayaan dari keluarga besar Dr. Soetomo. Kini, kepercayaan tersebut diteguhkan secara resmi melalui maklumat yang ditandatangani oleh perwakilan keluarga, Ir. D. Habimono Koesoebojono.

Sementara itu, Rektor Universitas Dr. Soetomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan komitmen kuat untuk terus merawat dan meneruskan amanah perjuangan tokoh pelopor kebangkitan nasional tersebut.
“Kami akan terus menjaga amanah Dr. Soetomo. Akan kami jaga dengan ilmu, kami kuatkan dengan karakter, dan kami hidupkan dalam semangat kebangsaan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak bangsa,” ungkap Prof. Marwiyah.
Maklumat ini menjadi momen penting tidak hanya sebagai bentuk legitimasi historis, tetapi juga refleksi nilai bahwa pendidikan adalah ujung tombak kebangkitan. (*)


